Kelebihan Penggunaan UFS Pada Smartphone Android

Kalau PC atau Laptop punya SSD

Smartphone punya UFS

Sama halnya seperti user PC yang sudah merasakan bagaimana enaknya pakai SSD, yang udah pernah nyobain HP UFS pasti malas balik ke eMMC. Ditambah lagi eMMC gak awet sering jebol kalau suka ganta-ganti ROM.

Untuk yang sering mengalami bunyi “teeeet teeeet” saat bermain game, mungkin anda butuh UFS

UFS sangat jarang dibahas oleh reviewer- reviewer smartphone besar sekalipun. Padahal, kecepatan smartphone tidak hanya ditentukan oleh besarnya kecepatan CPU dan RAM, namun chip memori internal dalam proses baca tulis juga turut berperan besar dalam kenyamanan penggunaan seperti multitasking, buka tutup aplikasi, kecepatan loading aplikasi/game.

Umumnya sebuah smartphone umumnya menggunakan sistem penyimpanan eMMC, UFS hanya terdapat pada smartphone kelas flagship saja. Lalu apa perbedaan mendasar antara keduanya dalam hal kecepatan?

Umumnya sebuah smartphone umumnya menggunakan sistem penyimpanan eMMC, UFS hanya terdapat pada smartphone kelas flagship saja. Lalu apa perbedaan mendasar antara keduanya dalam hal kecepatan?

Apakah eMMC itu?

eMMC, atau embedded Multi-Media Card atau juga embedded Multi-Media Controller merupakan sebuah media penyimpanan NAND flash memory untuk aplikasi mobile yang saat ini mendominasi di beberapa perangkat elektronik, termasuk tablet, smartphone, sistem GPS, eReader, dan perangkat komputasi mobile lainnya.

Sebagai sirkuit controller/interface untuk membantu memilah proses dan meningkatkan kinerja, teknologi eMMC 5.1 menjadi standar memori saat ini diterbitkan oleh JEDEC pada 2015.

Kemudian, Apakah UFS itu?

Dalam istilah yang paling sederhana, UFS atau Universal Flash Storage adalah standar baru generasi terdepan untuk teknologi penyimpanan tercepat di dunia saat ini. Teknologi UFS 3.0 yang baru ini adalah yang tercepat yang memenuhi kompatibilitas JEDEC.

Penyimpanan UFS 1.0 diumumkan pertama kali pada tahun 2011, dan 2013 membawa kita versi 2.0 yang 4 kali lebih cepat dari sebelumnya. Pada tahun 2015, UFS memperkenalkan versi 2.1 yang untuk pertama kalinya hadir di Samsung Galaxy S6. Saat ini, UFS 3.0 terbaru telah digunakan di OnePlus Pro, dan juga pada smartphone high-end lainnya seperti Samsung Galaxy S10, Blackshark 2, ROG Phone 2 dan Oppo A3s.

Seberapa Cepat eMMC Berbanding UFS?

UFS dimaksudkan untuk menjadi pengganti eMMC, teknologi penyimpanan yang lebih tua meski masih banyak digunakan. eMMC memang lebih murah dan mudah diterapkan, tapi ini jauh lebih lambat baik secara teori maupun dalam praktik.

Secara substansial, UFS menawarkan peningkatan proporsi memori berkapasitas tinggi. Ada dua faktor utama yang berkontribusi untuk ini.

  • Pertama, UFS memiliki interface serial terpisah yang didedikasikan untuk proses baca dan tulis yang didasarkan pada LVDS (Low-Voltage Differential Signaling) yang memungkinkannya dapat berinteraksi dalam dua arah (full duplex), sehingga UFS dapat membaca dan menulis secara bersamaan. Sedangkan eMMC memiliki antarmuka paralel yang hanya dapat mengirim data dalam satu arah pada satu waktu, yang artinya dapat membaca atau menulis tidak pada waktu yang sama.
  • Kedua, memori UFS menggunakan “Command Queue (CQ),” teknologi yang mempercepat kecepatan eksekusi perintah melalui interface serial, yang secara signifikan meningkatkan kecepatan pengolahan data dibandingkan dengan standar eMMC berbasis interface paralel 8-bit.

Hasilnya, memori UFS mampu melakukan 19.000 operasional Input/Output Per Scond (IOPS) untuk membaca secara acak, yaitu 2,7 kali lebih cepat dari memori tertanam yang paling umum untuk smartphone saat ini, yaitu eMMC 5.1. Memori ini juga mampu membaca dan menulis secara berurutan dengan kinerja yang ditingkatkan menjadi setara SSD, namun dengan penurunan 50% dalam konsumsi energi.

Selain itu, kecepatan baca acak 12 kali lebih cepat dibandingkan dengan kartu memori berkecepatan tinggi yang umum (yang berjalan pada 1.500 IOPS), dan diharapkan untuk lebih meningkatkan kinerja sistem dimana perangkat bisa melakukan proses booting dengan lebih cepat, menawarkan respon yang cepat untuk penyimpanan flash data input/output, tiga kali lebih cepat melakukan file copy, dan tiga kali kemampuan multitasking.

Sebagai contoh, Realme 3 Pro dan Realme 5 Pro

Spesifikasi 2 smartphone itu beda tipis snapdragon 710 dan 712.

Tapi Realme 5 Pro menggunakan internal tipe UFS 2.1 yang feel multitasknya berbeda jauh dengan Realme 3 Pro yang masih pakai eMMC, feel multitasknya, kecepatan buka tutup aplikasinya mungkin sama kyk pake iPhone. UFS 2.1 sudah lebih dari cukup untuk sekarang dan mudah dijumpai di smartphone 2-3jtaan, seperti realme 5 pro, redmi note 8 pro.

5 comments

    1. Iya gan, itupun baru beberapa smartphone saja yang sudah menggunakan UFS. UFS lebih ringan dan hemat daya gan, dan juga tidak cepat rusak.

    1. Bukan saingan sih, generasi penerus, atau produk yang lebih bagus lebih tepatnya. Terimakasih sudah mampir gan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *