Connect with us

Pendidikan

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Masuk Kuliah

Avatar

Published

on

 
Enterha.comSaat seseorang berada di kelas akhir sekolah lanjutan tingkat atas, baik itu SMA/SMK/MA, bukan berarti perjuanganya di dunia pendidikan telah berakhir. Selain bekerja, mereka bisa melanjutkan pendidikan di universitas.

Selain untuk memantapkan ilmu, juga agar kesempatan mendapatkan pekerjaan yang layak lebih luas.

Meski demikian, masuk universitas bukanlah hal yang mudah. Dari mulai proses tes masuk bagi yang menggunakan jalur SBMPTN, suasana perkuliahan, hingga berakhir dengan penulisan skripsi yang cukup menyita waktu dan pikiran.

Karena itu, tak sedikit mahasiswa/i yang putus kuliah di tengah jalan, atau lebih sering disebut DO (DROP OUT). Selain faktor biaya, penyebab lainya adalah kesalahan saat memilih jurusan.

Mereka cenderung tersiksa, dan tidak mampu melanjutkan studinya. Untuk menghindari hal tersebut, saya akan berbagi tips agar Anda tidak salah mengambil jurusan perkuliahan.

Temukan Passion

Sebelum memilih jurusan, coba tanyakan pada diri Anda sendiri “Apa minat saya sebenarnya?”. Contoh, Anda memiliki ketertarikan di bidang komputer. Coba tes, apakah Anda mampu membaca buku seputar “Komputer/Algoritma” berjam-jam tanpa merasa bosan dan terpaksa? Justru Anda akan tertarik dan merasa tertantang dengan buku tersebut. Jika ya, itulah minat Anda sebenarnya.

Ini sangat penting karena kuliah bukan hanya satu atau dua bulan. Tapi bertahun-tahun. Akan sangat sulit jika Anda mengambil jurusan yang tidak diminati. Karena, diri akan merasa terpaksa dan tidak nyaman.

Jurusan saat di SMA juga tidak menentukan jurusan di perkuliahan. Meskipun Anda anak IPS, tapi memiliki minat di bidang Biologi, disarankan untuk masuk jurusan SAINTEK.

Baca Juga :  Pentingnya Penididikan Karakter untuk Anak

Ikuti kata hati kecil Anda, mau masuk jurusan apa. Pikirkan secara matang dan sempurna. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Jangan Ikut-Ikutan

Seperti yang saya jelaskan diatas, bahwa ikutilah kata hati dan minat Anda. Jangan sampai Anda memilih jurusan karena ajakan teman/sahabat. Meskipun mereka bilang “Masuk jurusan Ekonomi aja, bareng sama gue”. Atau “Masuk Akuntansi aja, nanti gue bantu”.

Ingat, yang mau kuliah bukan teman/sahabat, tapi Anda sendiri. Pilihlah jurusan sesuai minat dan kemampuan.

Jika Anda ikut-ikutan jurusan yang kurang diminati diri sendiri, kedepanya akan sulit.

Lihat Prospeknya di Masa Depan

Saat Anda selesai kuliah, beberapa ada yang menciptkan lapangan pekerjaan sendiri. Yang lainya, pasti ingin bekerja dan mendapatkan uang. Nah, karena itu sebelum masuk kuliah pikirkanlah pekerjaan apa yang akan Anda dapat saat selesai kuliah.

Contoh sekarang di era gadget, pekerjaan yang dibutuhkan adalah programer. Baik itu mobile atau desktop. Nah, orang yang mengambil jurusan Teknik Informatika atau Rekayasa Perangkat Lunak pasti akan mudah memasuki bidang ini.

Namun begitu, jangan sampai Anda memilih jurusan hanya karena pekerjaan di masa depan. Tetaplah ambil jurusan sesuai minat dan kemampuan Anda. Hal ini hanya sebagai bahan pertimbangan saja.

Sesuaikan dengan Kemampuan

Selain minat, pilihlah jurusan yang sesuai dengan kemapuan diri Anda. Coba cari tau mata pelajaran apa yang paling Anda kuasai, mata pelajaran apa yang meskipun belajar berlama-lama tidak pernah merasa bosan.

Contoh, Anda memiliki minat di bidang IPA, dan memiliki kemampuan yang cukup di bidang Perhitungan. Anda bisa mencoba mengambil jurusan FISIKA/KIMIA.

Hal ini penting, agar Anda sanggup mempelajari materi perkuliahan dan kuliah tidak tertekan.

Baca Juga :  Tips Lulus SBMPTN dengan Nilai Maksimal

Minta Saran

Jika Anda tidak mampu menentukan sendiri, cobalah meminta saran dari orang lain atau orang-orang terdekat.

Keluarga dan orang tua adalah tempat terbaik meminta nasehat. Mereka pasti akan mengarahkan Anda ke jalan yang terbaik.

Jangan ragu untuk meminta saran dari orang lain, karena terkadang orang lain lebih tahu keunggulan Anda dari apa yang mereka lihat sehari-hari mengenai diri Anda.

Boleh jadi orang lain lebih berpengalman dan lebih tahu mengenai pemilihan jurusan kuliah, mereka lebih tahu bagaimana prospek sebuah jurusan untuk masa depan yang perlu Anda pertimbangkan baik-baik.

Continue Reading
Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Niam Amm

    March 25, 2020 at 6:36 am

    Wah iya, betul min.. Emang harus mengikuti apa yang kita sukai, dari pada nanti udah masuk kuliah malah ngerasa salah jurusan, kan yaa lucu jadinya..

    Kalo aku pribadi sih interested banget sama pengembangan diri dan self development dan yaa tentang pikiran serta kejiwaan manusia gitu lah.

    karena itu Tahun ini aku mau kuliah ngambil jurusan Psikologi, doakan min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan

Tips Lulus SBMPTN dengan Nilai Maksimal

Avatar

Published

on

By

Enterha.com – Untuk Anda yang saat ini tengah duduk di bangku kelas akhir SLTA baik SMA/SMK/MA, dan berencana melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu perguruan tinggi, tentunya akan menghadapi rangkaian tes atau ujian yang cukup menguras otak.

Salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yang bisa Anda pilih yaitu melalui jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Untuk dapat lolos dalam seleksi ini tentunya bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh, karena Anda akan bersaing dengan seluruh siswa di seluruh Indonesia yang memiliki tujuan yang sama dengan Anda, yaitu melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri.

Maka dari itu perlunya persiapan yang benar-benar matang untuk menghadapi SBMPTN agar Anda memiliki peluang yang besar untuk berhasil.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan beberapa tips agar Anda bisa lulus SBMPTN dengan nilai yang maksimal.

Tips Lulus SBMPTN dengan Nilai Maksimal

SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri adalah seleksi yang diadakan PTN dalam rangka penerimaan mahasiswa baru. Seleksi ini menggunakan soal CBT (Computer Based Test).
Tes pada SBMPTN dibagi dua jenis. Yakni TKPA (Tes Kemampuan Potensi Akademik) didalamnya terdapat tes matematika, bahasa Inggris, kemampuan Verbal, dll.
Yang kedua ada TKD (Tes Kemampuan Dasar). TKD dalam SBMPTN dibagi dua golongan. Yakni TKD SAINTEK (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi) serta TKD SOSHUM (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, dan Sejarah).
Jika Anda pernah bertanya pada kakak kelas yang pernah mencoba SBMPTN, rata-rata dari mereka mengaku bahwa SBMPTN lebih sukar dari Ujian Nasional. Soal yang muncul benar-benar menguras logika berpikir.
Karena itu, tidak sedikit juga pelajar yang gagal di SBMPTN. Pada akhirnya, mereka harus menunggu SBMPTN tahun depan agar dapat masuk perguruan tinggi negeri.
Namun, saya rasa tidak ada yang sulit selama Anda mau berusaha dan berdo’a. Nah, agar semakin memantapkan keyakinan Anda mengikuti SBMPTN, berikut saya bagikan Tips Lulu SBMPTN untuk Anda semua.

Siapkan Mental

Agar sukses melewati SBMPTN, bukan hanya perlu kemampuan akademik yang mumpuni saja. Namun juga perlu mental yang tangguh dan percaya diri saat mengerjakan soal.
Oleh karena itu, siapkan diri Anda sebaik mungkin sebelum mengikuti SBMPTN. Kalau bisa, sejak kelas 10/11 saat ada niat mau masuk PTN, Anda sudah siap.
Tanamkan juga mindset bahwa SBMPTN hanyalah pijakan awal menuju perjalanan panjang 3-4 tahun kedepan. Lulus SBMPTN bukan berarti Anda telah sukses, justru itu adalah awal menuju kesuksesan. Kedepanya, masih ada masa perguruan tinggi yang harus dijalani.
Kalaupun Anda gagal dalam SBMPTN tahun ini, itu bukan akhir dari segalanya. Tenang, Anda bisa mencoba kembali tahun depan. Waktu satu tahun tersebut bisa digunakan untuk mencari pekerjaan/magang sambil belajar agar lulus di tahun berikutnya.

Belajar dengan Efektif

Jika bertanya bagaimana cara agar lulus SBMPTN, pasti jawaban yang sering muncul adalah “Belajar yang rajin”. Namun begitu, belajar sekeras apapun akan kurang efektif jika Anda hanya menghapal.
Cobalah pelajari konsep pelajaran, bukan hanya hapalan teori atau rumus saja.
Jangan lupa untuk mempelajari soal-soal dari SBMPTN sebelumnya, yang bisa didownload dari internet. Perhatikan soal yang sering muncul, siapa tau soal tersebut kembali muncul di tahun ini.
Pastikan Anda tau cara/metode efektif untuk mengerjakan soal tersebut.

Ikut Bimbingan Belajar

Saat ini sudah banyak penyedia jasa Bimbel alias Bimbingan Belajar. Tujuanya, untuk memantapkan materi pelajaran di sekolah agar lebih dipahami pelajar.
Biasanya bimbel konvensional diadakan diluar jam sekolah, bertatap muka langsung dengan pengajar. Sedangkan bimbel online menggunakan video/gambar dalam penyampaian materi.
Biasanya, Anda juga bisa bertanya pada pengajar melalui fitur Chat.
Agar penguasaan materi Anda lebih baik, isarankan untuk mengikuti Bimbel. Baik yang online, maupun konvensional.
Namun tetap perlu diingat, bahwa bimbel tidak menjamin Anda lulus. Semua itu kembali pada diri Anda masing-masing.
Jangan lupa untuk terus sharing dengan kakak-kakak yang sudah lulus SBMPTN. Tanyakan bagaimana teknis maupun bentuk soal SBMPTN.

Berdo’a dan Berusaha

Percayalah usaha tidak akan mengingkari hasil. Jika niat dan usaha Anda maksimal, saya yakin akan mendatangkan hasil yang maksimal.
Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa segala sesuatu itu tidak lepas dari kehendak Tuhan, termasuk lulus atau tidaknya Anda selain bergantung pada usaha yang Anda lakukan hal itu juga tidak lepas dari campur tangan Tuhan didalamnya.
Maka dari itu banyak-banyak berdo’a dan meminta kepada Allah SWT. agar Anda senantiasa diberi kemudahan dan kesuksesan untuk melaksanakan SBMPTN.
Baca Juga :  Pentingnya Penididikan Karakter untuk Anak
Continue Reading

Pendidikan

Pentingnya Penididikan Karakter untuk Anak

Avatar

Published

on

By

Enterha.com – Pendidikan adalah cara seseorang memperluas wawasan dan kemampuanya. Pendidikan bisa didapat baik dari lembaga formal seperti sekolah, maupun dari lingkungan sekitar.

Dewasa ini, para orang tua berusaha keras agar anaknya mendapat pendidikan yang layak. Dari mulai menyekolahkan anak sejak dini (PAUD), mengikutsertakan anak dalam les, hingga menyekolahkan anak ke universitas yang dianggap terbaik.

Semua itu dilakukan agar anak memiliki wawasan dan pengetahuan yang cukup untuk mengarungi arus kehidupan.

Namun sebenarnya, tujuan utama pendidikan adalah untuk membentuk karakter menjadi manusia yang berbudi dan terpuji.

Pendidikan akan dinilai gagal jika orang yang dididik memiliki karakter yang kurang baik. Meskipun orang tersebut memiliki wawasan dan kemampuan yang cukup, tetap saja akan dinilai negatif di lingkungan sekitar.

Lalu, seberapa penting pendidikan karakter untuk anak usia dini? Dan apa yang harus dilakukan untuk membentuk karakter anak menjadi lebih baik? Berikut pembahasanya.

Pengertian Pendidikan Karakter

Secara umum, pendidikan karakter adalah aktivitas untuk membentuk karakter dan akhlak seseorang menjadi lebih baik. Karakter inilah yang nantinya menjadi identitas, sifat, atau ciri dari orang tersebut.

Karena itu, pendidikan karakter harus dilakukan sejak dini, saat anak masih belum dipengaruhi dunia luar.

Menurut Elkind (2004), pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, dan mampu mempengaruhi para muridnya. Mencakup gaya bicara, tutur kata, tingkah laku, dan keteladanan lainya.

Menurut Thomas Lickona, pendidikan karakter adalah upaya untuk membantu seseorang agar memahami nilai etika yang pokok.

Sedangkan dilansir dari Wikipedia, pendidikan karakter adalah kegiatan yang terdapat tindakan mendidik yang berguna untuk generasi selanjutnya.

Secara garis besar, karakter seseorang dibentuk dari dua faktor. Yakni faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam. Seperti keluarga, orang tua, dan si anak itu sendiri. Yang satu ini mengambil peran yang cukup besar dalam membentuk pola prilaku anak kedepanya.

Baca Juga :  Tips Lulus SBMPTN dengan Nilai Maksimal

Yanh kedua adalah faktor eksternal. Seperti sekolah, lingkungan, tempat tinggal, dan faktor lain yang sifatnya berasal dari luar.

Meskipun dari luar, namun faktor ini juga ikut ambil bagian dalam membentuk karakter anak.

Mengapa Pendidikan Karakter Sangat Penting Bagi Anak Usia Dini?

Seperti yang kita ketahui, bahwa usia dini (0-6 tahun) adalah masa dimana anak memiliki rasa ingin tau yang tinggi. Pada masa itu, otak manusia berkembang hingga 80%, dan menyerap berbagai informasi yang ditemukanya.

Hal ini, akan lebih mempermudah membentuk karakter anak. Karena, pikiran anak masih bersih dan belum terkontaminasi dunia luar.

Namun hal sebaliknya bisa terjadi, jika sobat tidak memanfaatkan fase Golden Age ini. Karena pada masa ini, anak akan terus menyerap informasi tanpa bisa membedakan yang baik dan yang buruk. Yang perlu atau yang tidak perlu dilakukan. Semua yang mereka lihat, akan mereka tiru.

Jika terus demikian, anak akan memiliki karakter dan etika yang kurang baik di masa mendatang.

Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mendidik anak sejak usia dini. Cobalah meluangkan waktu untuk sekedar bicara dengan buah hati. Berilah pendidikan moral dan etika yang baik.

Sobat bisa menerapkanya melalui buku cerita, atau memberitau anak secara langsung.

Berilah contoh kebiasaan yang baik pada anak. Agar si anak meniru dan terbiasa melakukan sesuatu yang baik.

Jangan sesekali melakukan hal yang tidak baik seperti berbicara kasar di depan anak. Karena hal itu pastinya akan ditiru oleh anak.

Pastikan anak selalu dalam pengawasan sobat semua. Meski demikian, jangan biarkan anak merasa terkekang. Tetap biarkan mereka memiliki ruang untuk bermain, tetapi dalam pengawasan sobat.

Baca Juga :  Pentingnya Penididikan Karakter untuk Anak

Ini bertujuan agar anak terhindar dari lingkungan yang kurang baik bagi masa depanya. Seperti yang kita ketahui bahwa yang membentuk karakter anak tidak hanya berasal dari dalam saja, namun juga dipengaruhi faktor eksternal.

Continue Reading

Pendidikan

Membandingkan Sistem Pendidikan di Indonesia dengan Luar Negeri

Avatar

Published

on

By

Enterha.com – Sistem pendidikan merupakan cara/metode yang digunakan saat proses belajar mengajar. Setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda. Baik jam pelajaran, kurikulum, tenaga pendidik, dan lain-lain.

Dilansir dari steemit.com, ada empat sistem pendidikan yang diakui di Indonesia. Mayoritas sekolah negeri/swasta menggunakan sistem pendidikan nasional, yang diterapkan di SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK.

Sisanya, ada yang menggunakan sistem pendidikan Amerika Serikat, sistem pendidikan Cambridge (Inggris), dan sistem pendidikan internasional yang diterapkan di JIS (Jakarta International School), Bali International School, Bandung International School, dan sekolah internasional lainya.

Mari kita berbicara tentang Finlandia. Negara yang berbatasan langsung dengan Swedia ini diakui dunia memiliki sistem pendidikan terbaik.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba membandingkan sistem pendidikan Indonesia, dengan sistem pendidikan yang diterapkan Finlandia.

Manakah yang lebih efektif dalam membentuk karakter bangsa?

Jam Pelajaran

Indonesia memiliki jam pelajaran 6-8 jam sehari. Bagi para pelajar, hal ini dirasa cukup berat dan membosankan. Namun, itu belum seberapa jika dibandingkan Korea Selatan yang memiliki jam selama 16 jam sehari, itu berarti mereka baru akan pulang sekolah saat larut malam. Belum lagi ikut bimbel atau ekstrakurikuler.

Meskipun cara ini terlihat cukup berat, namun telah sukses mencetak generasi yang berkompeten. Sisi negatifnya, para pelajar cenderung stress karena kurang memiliki waktu istirahat yang cukup.

Berbanding terbalik dengan Finlandia dengan jam pelajaran 3-4 jam sehari. Sisanya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Finlandia menggunakan sistem pendidikan seperti ini agar para pelajarnya tidak stress dan mampu terus berpikir positif. Setiap 45 menit jam pelajaran, mengharuskan siswa untuk istirahat selama 15 menit. Para pelajar juga tidak dibebani PR atau tugas yang menumpuk.

Baca Juga :  Tips Lulus SBMPTN dengan Nilai Maksimal

Namun jika sistem seperti ini diterapkan di Indonesia, bukanya berhasil saya rasa para pelajar akan semakin malas menuntut ilmu.

Sistem Ranking

Para pelajar di Indonesia terus berlomba di bidang akademik demi meraih peringkat terbaik dikelasnya. Hal ini lebih sering disebut Ranking.

Sudah menjadi rahasia umum, jika siswa yang mendapat ranking bagus akan mendapat kebanggaan tersendiri. Baik di mata orang tua, baik di lingkungan pertemananya.

Hal ini juga cukup untuk membakar semangat siswa dalam belajar.

Namun, hal ini tidak berlaku di Finlandia. Disana, sekolah tidak memberlakukan sistem Ranking. Mereka menganggap ranking akan membedakan siswa cerdas dan siswa bodoh. Juga akan membentuk jurang pemisah antar siswa.

Mereka percaya bahwa semua pelajar adalah ranking satu, dan terbaik di kelasnya.

Wah, pemikiran yang sangat keren ya.

Biaya Sekolah

Mungkin ini adalah salah satu penghambat pendidikan di Indonesia. Ya, biaya pendidikan di Indonesia masih dirasa cukup mahal terutama bagi rakyat kurang mampu. Sekolah negeri saja, yang biayanya ditanggung pemerintah, masih tetap memerlukan biaya tambahan dari orang tua.

Jangankan untuk masuk perguruan tinggi, diluar sana banyak sekali anak yang putus sekolah bahkan di jenjang SMP.

Lain halnya dengan Finlandia. Di negara ini, sekolah negeri bebas biaya untuk semua kalangan. Dan untuk sekolah swasta, Finlandia memberikan aturan ketat terkait biaya pendidikan.

Jadi, pendidikan disana bisa dinikmati semua golongan masyarakat. Bukan hanya kalangan atas saja.

Jadi, manakah sistem pendidikan yang lebih unggul? Menurut saya, semua sistem pendidikan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan cocok diterapkan di kontur wilayah masing-masing.

Hanya saja, untuk di Indonesia pemerintah masih harus turun tangan dalam menciptakan pendidikan yang bisa dinikmati semua kalangan.

Baca Juga :  Pentingnya Penididikan Karakter untuk Anak
Continue Reading

Trending